BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Tampilkan postingan dengan label japan band. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label japan band. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

Versailles


Versailles-Philharmonic Quintet-\ヴェルサイユ

J-rock Visual Kei Symphonic Metal Band



Membros:
Vocal: Kamijo
Guitarra: Hizaki
Guitarra: Teru
Baixo: Yuki
Status: Ativos
Inicio: 2007
Ex-Membros:
Baixo: Jasmine You (Faleceu 1979~~2009)
Site Oficial

Jubilee (2010.01.20) [Album]

1. God Palace -Method of Inheritance-

2. Ascendead Master

3. Rosen Schwert

4. Ai to Kanashimi no Nocturne

5. Amorphous

6. Reminiscence

7. Catharsis

8. The Umbrella of Glass

9. Gakkoka

10. PRINCESS -Revival of church-

11. Serenade

12. Sound in Gate


ASCENDEAD MASTER (Regular Edition) (2009.06.24) [Single]

1. ASCENDEAD MASTER

2. Gekkakou

3. DESCENDANT OF THE ROSE


ASCENDEAD MASTER (Limited Edition Type I) (2009.06.24)[Single]

1. ASCENDEAD MASTER

2. HALLWAY


ASCENDEAD MASTER (Limited Edition TypeII) (2009.06.24)[Single]

1. ASCENDEAD MASTER

2. PILGRIM


ASCENDEAD MASTER (Limited Edition TypeIII) (2009.06.24)[Single]

1. ASCENDEAD MASTER

2. COVENANT



WOW, sungguh sangat di luar dugaan! Tanggal 13 September 2008 kemarin, Versailles, salah satu band indie Visual-kei yang beraliran symphonic-metal, juga merupakan band yang menduduki peringkat utama dalam hal popularitas, merilis sebuah single yang dikasih judul PRINCE. Single ini sendiri sebenarnya bukan lah single yang sebagaimana-biasanya yang diperjual-belikan secara fisik di toko-toko musik. Melainkan sebuah single yang hanya bisa didapat dengan cara mendownloadnya di sebuah website. Entah apakah berbayar atau tidak. Yang pasti salah satu website, yakni HEARJAPAN, memperbolehkan pelanggannya untuk mendownload secara gratis.

Melalui single PRINCE ini juga, Versailles secara resmi mengumumkan nama barunya, yaitu Versailles -Philharmonic Quintet-. Nama ini hanya dikenakan Versailles jika tampil live/konser untuk kawasan Amerika Utara. Mengapa bisa begitu? Sebab nama Versailles sendiri sudah menjadi hak paten dari sebuah grup musik bernama sama yang ada di Amerika Serikat sana. Jadi, supaya tidak terbentur dengan masalah hukum, Versailles pun menambahkan kata -Philharmonic Quintet- pada bagian belakang nama Versailles tersebut. And what do you think? Terlihat makin keren atau malah ribet? Philharmonic sendiri dalam bahasa Indonesia berartikan "orkes simfoni/yang berkaitan dengan orkes simfoni". Sedangkan Quintet, setelah buka kamus online, memiliki arti "kwintet". Kwintet? WHAT THE HELL IS THAT? Haha....

Seperti yang kita ketahui bersama, Versailles di dalamnya berisikan lima orang personil yang kejeniusan dan skill dari individu-nya masing-masing tidak perlu diragukan lagi. Kelima orang ini memiliki selera musik yang sangat beraneka ragam. Namun justru di situlah hebatnya! Dari ke-aneka-ragam-an itu tadi, mereka mampu menyatukannya hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan kuat. Dan aku yakin, beberapa tahun ke depan dari sekarang belum ada band mana-pun yang sanggup mematahkan dominasi Versailles di kancah dunia musik indie Visual-kei. Kembali ke soal ke-anekaragam-an tadi, coba tengok KAMIJO [pentolan LAREINE, NEW SODMY, Node of Scherzo] yang memiliki kharisma vokal nan kuat. Begitu juga dengan HIZAKI [eks GARNET GRAVE, Crack brain, Schwardix Marvally, BURNING FIRE, SULFURIC ACID, HIZAKI grace project, Node of Scherzo], yang selalu memainkan musik khas Visual-kei yang cantik dan symphonic, dilengkapi dengan melodi-melodi yang tidak kalah indahnya. Bagaimana dengan TERU [eks Aikaryu, HIZAKI grace project]? Well, gitaris yang doyan musik kencang ala metal ini juga mampu memberikan sumbangan tebesar ke dalam tubuh Versailles hingga mampu menciptakan nuansa cadas di dalam sebagian besar lagu-lagunya Versailles. Jasmine You [eks HIZAKI grace project, Node of Scherzo] dan YUKI [eks Sugar Trip, alively sanctuary] juga tidak kalah pentingnya. Dua orang ini tetap menampilkan sebuah performance yang memukau dan tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi. Perpaduan dari kelima orang di atas tadi menghasilkan warna musik yang sangat unik, yaitu campuran antara melodic rock, metal, symphony yang ujung-ujungnya menjadi suatu genre yang lazim dikenal dengan symphonic-metal atau ada juga yang menyebutnya neoclassical-metal.

Kembali ke singlenya, hanya satu buah lagu saja yang diedarkan oleh Versailles secara online. Dan lagu tersebut berjudul PRINCE [04:57]. Setelah mendengarkan lagu ini dari awal hingga akhir secara berulang kali, well, siapa sih yang meragukan karya-karyanya Versailles? Walaupun lagu ini sedikit kalem dengan permainan musik yang sedikit "ringan", tidak berat seperti biasanya, namun Versailles mampu menunjukkan ciri khas genre symphonic-metal yang sangat kental di dalamnya. Yaitu berupa permainan riff-riff berat gitar ala heavy-metal yang disadurkan dalam beberapa bentuk permainan melodi. Intro dan permainan instrumental musik pada awal lagu ini sekilas terasa hampir mirip dengan lagu Versailles lainnya yang berjudul SFORZANDO. Sudah bisa ditebak memang jika lagu ini pasti ciptaannya KAMIJO. Verses yang dibawakan KAMIJO terlihat biasa saja, memang sangat tipikal dengan lagu-lagu Versailles lainnya. Namun aku suka dengan bagian bridge dan chorusnya. Yang dibalut dengan bebunyian permainan musik orchestra. Pada intinya, this is another great song by Versailles. Sangat disayangkan sekali kenapa lagu sebagus ini tidak sekalian saja dimasukkan ke dalam album NOBLE yang dirilis bulan Juli 2008 kemarin?

Yeah! That's it. Rasanya tidak perlu aku katakan lagi berapa rating bintang yang harus aku berikan buat lagu PRINCE ini. Silakan didengar sendiri. Mengutip kata Pak Bondan dalam acara WISATA KULITER: POKOK'E MAKNYUS! Ditunggu deh kabar selanjutnya dari Versailles!

Oh iya, di tanggal 13 September 2008 itu juga Versailles merilis "free distribution single" yang dikasih judul ART OF Propaganda ~coupling with chariots~. Single ini diedarkan saat Versailles dan chariots [UNDER CODE PRODUCTION's band] mengadakan two-man live. Jadi penasaran lagu apa saja yang ada di dalam CD tersebut.


sumber : http://visualkeiej-rock.blogspot.com




The Gazette

the GazettE/ ガゼット
J-Rock Visual Kei Band


Membros:
Vocal: Ruki

Guitar:Uruha

Guitar: Aoi

Baixo: Reita

Bateria: Kai

Ex-Members:
Bateria: Yune

Status: Ativos
Since: 2002



These are gaze album :


Live DVD Tour 09 - Dim Scene - Final At Saitama Super Arena (2009.12.16)[DVD Audio-Rip]
1. Hakuri
2. THE INVISIBLE WALL
3. LEECH
4. Hyena
5. DISTRESS AND COMA
6. Shiroku Yuutsu
7. Erika
8. 13STAIRS[-]1
9. HEADACHE MAN
10. WITHOUT A TRACE
11. Kanshoku
12. Nakigahara
13. Shikyu
14. Guren
15. A MOTH UNDER THE SKIN
16. COCKROACH
17. IN THE MIDDLE OF CHAOS
18. Filth in the beauty
19. OGRE
20. DISCHARGE
21. DIM SCENE
22. Moro
23. Ride with the ROCKERS
24. Ruder
25. THE SOCIAL RIOT MACHINES
26. Anata no Tame no Kono Inochi.
27. Kanto Dogeza Kumiai
28. LINDA-candydive Pinky heaven-
29. Miseinen



Before I Decay (2009.10.07) [ Maxi-Single ]
1. Before I decay
2. Damashi


Distress and Coma (2009.03.25) [ Maxi-Single ]
1. Distress and Coma
2. Headache Man
3. Without a Trace



LEECH -Auditory Impression- (2008.11.12) [ Maxi-Single ]
1. LEECH
2. DISTORTED DAYTIME
3. HOLE



STACKED RUBBISH (2007.07.04) [ Album ]
1. ART DRAWN BY VOMIT
2. AGONY
3. HYENA
4. BURIAL APPLICANT
5. Ganges Ni Akai Bara
6. REGRET
7. CALM ENVY
8. SWALLOWTAIL ON THE DEATH VALLEY
9. MOB 136 BARS
10. GENTLE LIE
11. FILTH IN THE BEAUTY
12. CIRCLE OF SWINDLER
13. CHIZURU
14. PEOPLE ERROR


TOUR 2006-2007 "DECOMPOSITION BEAUTY" FINAL Meaningless Art That People Showed AT YOKOHAMA ARENA (2007.06.13)[DVD Audio-Rip]
1. Filth in the beauty
2. Hyena
3. Maggots
4. COCKROACH
5. Worthless War
6. Akai ONE PIECE
7. Psychedelic Heroine
8. Crucify Sorrow
9. Defective Tragedy
10. Bath room
11. Taion
12. Chizuru
13. Nausea & Shudder
14. GO TO HELL
15. Rich Excrement
16. Maximum Impulse
17. THE $OCIAL RIOT MACHINE$
18. DISCHARGE
19. REGRET
20. SILLY GOD DISCO
21. Linda Candy Dive Pinky Heaven]


The Gazette, band Peace n Smile company yang menurut saya sangat keren dengan gaya visual kei nya, The Gazette. wuiih, dari namanya aja dah keren banget tuh. Tapi jangan salah, bukan cuma gaya dan namanya aja loh yang keren. Warna musik yang mereka tawarkan juga sangat keren dan unik yaitu musik rock progressive yang lebih mengutamakan dalam permainan bass Reita, kadang mellow, kadang keras ditambah vokal scream Ruki , terlihatlah dari gayanya. Mereka menyebut warna musiknya itu dengan Gazerock. Kata mereka band yang menginspirasinya adalah band yang sama - sama agak keras yaitu X-japan. Meskipun lagunya keras , ada growling ma death voicenya, tapi ada juga lho lagu lagu Gazette yang lembut n penuh penghayatan yang bikin merinding kayak lagu Reila, Chizuru, Cassis dll . Jadi aliran yang mereka punya tidak hanya itu - itu saja tapi terdiri dari macam unsur musik. terbuktikan bahwa band Gazette itu ngga cuma jual tampang.

Band yang dibentuk pada tahun 2002 ini terdiri dari 5 personel yaitu Ruki sebagi vokalis yang banyak goresan dilehernya , Uruha yang suka pamer - pamer paha, Aoi (sekilas mirip dengan miyavi) pada gitar, Reita yang sangat khas dengan penutup hidungnya sebagai bassis, dan terakhir Kai sebagai drummer (yang ngegantiin Yune, ex-drummer gazette ).

saya paling suka vokal Ruki waktu nyanyiin lagu Anti Pop, Hyena, cassis dan reila. yang hyena ma Antipop Ruki betul - betul ngegrowl. sangat berbeda waktu dia nyanyiin lagu Cassis dan Reila, Ruki sangat menghayati betul lagunya. Pernah kulihat video konsernya Gazette di Youtube waktu nyanyiin lagu Reila, di situ Ruki sampe nangis menyanyikannya. sang gitaris, Aoi, Salah satu gitaris paling keren menurutku. paling senang ngeliat dia main gitar solo di Cassis yang akustik terus permainannya di Burial Applicant juga keren. gaya mainnya mirip - mirip ama gitarisnya Luna Sea. terus Uruha Salah satu personel yang membuat Gazette itu jadi unik melihat gayanya yang agak feminim dan elegan. cara main gitarnya juga mirip - mirip dengan sugizo tapi yang membuat dia beda mungkin gaya mainnya yang sexy dan suka pamer - pamer paha.. he he he.. kalo Reita merupakan Pemain bass favoritku setelah Tetsu ama Nao. waktu ngeliat poster - poster Gazette, yang paling menonjol n keliatan mungkin si Reita ini karena penutup hidungnya yang sangat khas. Permainan bassnya juga keren, kalo di PV gaya memainkan bassnya cool tapi pas konser image coolnya jadi hilang karena waktu manggung Reita sangat suka loncat n putar - putar. pernah si Reita ini mengalami cidera pada jempol tangannya karena terlalu semangat kalo main…. dan yang terakhir drummer Gazette , Kai, Mungkin cuma Kai satu - satunya personel Gazette yang nggak pernah loncat - loncat waktu konser (yaiyalah, namanya jg Drummer). Meskipun cowo yang ngefans banget ama Gackt dan Dir en grey ini cuma bisa duduk belakang drum, tapi permainan drumnya selalu total dan saking totalnya ia pernah jatuh sakit setelah konser.



sumber : http://visualkeiej-rock.blogspot.com




L'Arc~en~Ciel

Pertama kali saya mengenal group band ini adalah waktu kelas 5SD dimana lagunya yang berjudul Fouth Avenue Cafe menjadi Soundtrack anime legendaris Rurouni Kenshin Alias samurai X. L'Arc~en~Ciel ラルク アン シエル (baca: Lark en sil) adalah nama grup band Jepang beraliran JRock. Band ini beranggotakan Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama "L'Arc~en~Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang bearti "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.

Awal terbentuk

Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

Pada bulan Juni 1992 tanpa alasan yang jelas, Hiro mengundurkan diri tepat sebelum mereka akan memulai demo rekaman. Setelah berbagai macam persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya untuk rekaman, misalnya mereka telah menyewa studio dan lain sebagainya, tentu akan sangat konyol apabila mereka membatalkannya. Maka Tetsu kemudian membujuk Ken, teman masa kecilnya untuk membantu dalam pembuatan demo. Ken menyanggupinya dan pada waktu itu ia harus menghafal seluruh lagu yang akan dimasukkan ke dalam album dalam waktu yang cukup singkat, yakni 5 hari, akan tetapi ia mampu melakukannya, dan proses rekamanpun akhirnya dapat selesai dalam 3 hari.

Akan tetapi muncul masalah baru, mereka harus manggung, namun Ken pada saat itu masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Nagoya. Tentunya akan sulit melakukan dua kegiatan sekaligus, kuliah dan nge-band. Akhirnya hanya dalam tempo 3 hari saja Ken mengambil satu langkah berani dengan memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan bergabung dengan L’Arc~en~Ciel (meskipun pada saat itu ia tidak begitu yakin akan masa depannya di musik). Keputusannya itu tentu saja ditentang habis oleh orang tuanya yang menginginkan ia menjadi seorang sarjana. Akibatnya ia diusir dari rumah dan tidak pernah bertegur sapa lagi dengan orang tuanya.

Pada tanggal 1 Oktober 1992, mereka merekam Voice untuk album Omnibus CD bertajuk “Gimmick”. Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 25 November 1992 mereka merilis single pertamanya yang berjudul Flood of Tears (c/w Yasuoka) sehingga aktivitas panggung mereka bertambah padat dan penggemar pun mulai bertambah

Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi L’Arc~en~Ciel harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka kemudian Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh pada saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.

Pada suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersama L’Arc~en~Ciel dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada 16 Januari 1993.Pada tanggal 10 April 1993, album pertama mereka sebagai band indies, yang bertajuk DUNE dirilis dan meraih kesuksesan. Album tersebut berhasil meraih posisi puncak di Oricon Indies Chart (Tangga Lagu Terpopuler di Jepang) pada bulan Mei, dan hanya dalam tempo 3 bulan berhasil terjual sebanyak 20.000 keping CD. Hal tersebut membukakan kesempatan bagi mereka untuk tampil di dalam konser band-band indies “Karei naru masho” yang diadakan di Shibuya Kokaido, yang ketika itu disaksikan oleh sekitar 2000 penonton. Maka popularitas L’Arc~en~Ciel mulai berkembang tidak hanya di Osaka, namun sudah mulai merambah ke Tokyo. Dan pada bulan September 1993 mereka pindah ke Tokyo untuk meningkatkan karier mereka (meskipun Hyde tidak terlalu menyukai gagasan pindah ke Ibukota Jepang tersebut).

Video single mereka Nemuri Ni Yosete dirilis pada tanggal 1 Juli 1994, menyusul dua minggu kemudian, yakni pada tanggal 14 Juli 1994 album kedua mereka TIERRA yang merupakan album pertama mereka yang berlabel major. Sekaligus juga menjadi hari pertama tur Sense of Time. Pada tanggal 9 September di tahun yang sama, mereka melawat ke Maroko dalam rangka pembuatan video Siesta ~film of dream~, yang merupakan kali pertama bagi mereka bekerja di luar Jepang, tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Film tersebut dirilis pada akhir tahun tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 1994, single pertama mereka dengan Sony dirilis, dengan judul Blurry Eyes. Lagu ini dijadikan lagu tema untuk salah satu produksi serial animasi Jepang yang berjudul D.N.A^2. Kemudian pada tanggal 1 Desember di tahun tersebut Fans Klub Resmi L’Arc~en~Ciel, “CIEL” didirikan. Lalu pada awal tahun 1995, mereka mengadakan tur khusus bagi para anggota fans klub yang diberi judul Ciel/winter ‘95.

Tanggal 21 Mei 1995 merupakan tanggal di mana single video berjudul and She Said dirilis dan merupakan hari pertama dari rangkaian tur di 19 kota di Jepang yang bertajuk In Club ‘95. Dan pada 6 Juli, single kedua mereka yang berjudul Vivid Colors dirilis. Lagu tersebut menjadi lagu ending Guru Guru 99, dan side B dari lagu tersebut, Brilliant Years dijadikan lagu ending untuk acara

Official website Hyde :
http://www.hyde.com/index2.html

Official Website Tetsu:
http://www.tetsu-tetsu.com/

Official website Ken:
http://www.ken-curlyhair.com/

Fanpage Laruku:
http://www.laruku.com/

Official website Laruku:
http://www.larc-en-ciel.com/

Tempat Download Lagu Laruku
http://japanesemusicdream.wordpress.com/2008/04/22/larcenciel/


sumber : http://ikikatta.blogspot.com